MIU Login

Dari Satu Rahim, Lahir Dua Kekuatan: Syariah dan Ushuluddin Sepakat Jalin Sinergi Pasca-Pemisahan

USHULUDDIN – Suasana haru dan syukur menyelimuti gelaran acara Tasyakuran dan Pisah-Kenang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, yang resmi berdiri sebagai fakultas tersendiri setelah sebelumnya Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dan Prodi Ilmu Hadis menjadi bagian dari Fakultas Syariah. Acara yang berlangsung di Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua fakultas, menandai babak baru dalam perjalanan akademik dan kelembagaan.

Pemisahan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) pendirian Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam sebagai fakultas mandiri, menjadikannya sebagai “anak kandung” yang kini siap melangkah sendiri. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Prof. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Syariah, mengawali sambutannya dengan kalimat yang membuat syahdu ruangan. Ia secara terbuka memohon maaf kepada seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan Fakultas Syariah atas segala kekurangan dan khilaf selama dirinya bertugas sebagai bagian dari pimpinan di fakultas tersebut.

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Fakultas Syariah. Selama saya menjabat sebagai Wakil Dekan II, tentu banyak sekali tutur kata dan kebijakan yang belum sempurna. Kini saya diamanahi untuk memimpin Fakultas Ushuluddin yang baru lahir ini, dan saya sungguh menyadari bahwa saya tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Kemudian sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., yang menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas perkembangan ini. Beliau menekankan bahwa meskipun secara kelembagaan telah berpisah, ikatan akademik dan kekeluargaan antara Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam akan tetap terjalin erat.

“Fakultas Syariah siap membantu dan mendampingi Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam dalam setiap langkahnya. Kami adalah satu keluarga besar yang saling mendukung,” ujar Prof. Umi dalam arahannya. Pernyataan ini menjadi komitmen nyata bahwa status “anak kandung” bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan awal dari sinergi yang lebih matang antara dua fakultas yang saling melengkapi.

Acara tasyakuran dan pisah-kenang ini menjadi simbol bahwa perpisahan bukanlah perpecahan. Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam yang baru lahir sebagai anak kandung dari Fakultas Syariah kini memiliki panggung sendiri untuk mengembangkan keilmuan Ushuluddin, sementara Fakultas Syariah tetap menjadi induk yang siap membimbing dan mendukung di setiap kesempatan. Kedua fakultas berkomitmen untuk terus bersinergi dalam memajukan tridarma perguruan tinggi dan mencetak generasi intelektual muslim yang unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait