MIU Login

Mahasiswa IAT UIN Malang Kenalkan Qirā’ah Sab’ah kepada Santri Penghafal Al-Qur’an di Ponpes Al Hidayah 2 Malang

Ushuluddin – Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama bulan Juli 2026 di Pondok Pesantren Al Hidayah 2 Malang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan program unggulan pengabdian berbasis keilmuan prodi berupa Pengenalan Qirā’ah Sab’ah bagi para santri penghafal Al-Qur’an.

Program ini dirancang sebagai upaya memperluas wawasan santri mengenai keragaman bacaan Al-Qur’an yang mutawatir dan telah diakui keabsahannya dalam tradisi keilmuan Islam. Materi difokuskan pada pembelajaran Surah Al-Fatihah hingga Surah Al-Baqarah ayat 5. Mahasiswa tidak hanya menjelaskan teori mengenai tujuh imam qirā’ah, tetapi juga memberikan demonstrasi serta praktik langsung berbagai ragam bacaan sesuai riwayat masing-masing imam.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari para santri. Selama proses pembelajaran, mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan antusias. Puncak keberhasilan program terlihat pada penutupan PKL, ketika para santri mampu menampilkan pembacaan Surah Al-Fatihah menggunakan variasi bacaan sesuai Qirā’ah Sab’ah dalam sebuah penampilan yang membanggakan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hj. Nur Mahmudah, M.A., mengapresiasi pelaksanaan program unggulan tersebut. Menurutnya, pengenalan Qirā’ah Sab’ah memiliki nilai strategis dalam membangun pemahaman santri terhadap kekayaan tradisi bacaan Al-Qur’an yang bersumber dari riwayat-riwayat mutawatir.

“Pengenalan Qirā’ah Sab’ah sangat penting agar para santri memahami ragam bacaan Al-Qur’an yang mutawatir dan diakui kebenarannya. Pemahaman ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an sekaligus menyadari keistimewaan warisan keilmuan Islam yang sangat kaya,” ujar Dr. Hj. Nur Mahmudah, M.A.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah 2 Malang, KH. Muhammad Aqib, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa IAT selama menjalankan PKL. Ia menegaskan bahwa perjalanan seorang santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada tahap menghafal semata.

“Menghafal Al-Qur’an merupakan langkah awal yang sangat mulia. Namun, perjalanan itu harus dilanjutkan dengan memahami kandungan Al-Qur’an melalui berbagai disiplin ilmu, seperti Ulumul Qur’an, Tafsir, termasuk mengenal Qirā’ah Sab’ah. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tutur KH. Muhammad Aqib.

Melalui program unggulan ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak hanya mengimplementasikan kompetensi akademik yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam memperkuat literasi Al-Qur’an, melestarikan khazanah keilmuan Islam, serta menumbuhkan generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami, mencintai, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait